Hi...sobat blogger!! Howdy? Semoga sobat semua dalam keadaan sehat yah :-)
Karena hari ini saya akan berbagi informasi penting Loh.. Penasaran kan? ;-)
Nah... Hari ini saya akan berbagi informasi tentang salah satu cabang ilmu linguistik. Tapi, di postingan kali ini saya akan berbagi informasi cabang morphology aja yah guys.Yang masih penasaran kuy..langsung kita lihat aja ;-)
Morphology adalah sala satu konsep pusat dari belajar linguistik. Ini bukan karena morfologi merupakan sub disiplin ilmu yang dominan di dalam belajar linguistik ya guys... tetapi di dalam belajar morfologi akan di arahkan bagaimana struktur kata itu sendiri, dan kata merupakan penghubungan antara belajar fonologi, sintaks, dan semantik.
Apa itu morphology?
Secara etimologi istilah morfologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu berasal dari gabungan kata morphe yang berarti ‘bentuk’, dan logos yang berarti ilmu. Di dalam linguistik ilmu morfologi digunakan untuk menganalisis satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi juga mempelajari seluk beluk kata serta pengaruhnya terhadap perubahan-perubahan bentuk kata pada golongan dan arti kata.
Nah.. Kalau dalam linguistik , morfologi ( / m ɔːr f ɒ l ə dʒ i / ) adalah studi tentang kata-kata, bagaimana mereka terbentuk, dan hubungan mereka dengan kata lain dalam bahasa yang sama. Ini menganalisis struktur kata dan bagian kata, seperti batang , kata dasar , awalan , dan sufiks . Morfologi juga melihat bagian-bagian pembicaraan , intonasi dan tekanan , dan konteks cara dapat mengubah pengucapan dan makna kata. Morfologi berbeda dari tipologi morfologis , yang merupakan klasifikasi bahasa berdasarkan penggunaan kata-kata, dan leksikologi , yang merupakan studi kata-kata dan bagaimana mereka membuat kosa kata bahasa.
Berdasarkan artikel yang saya baca ada juga yang mengatakan kalau morphology adalah struktur internal kata-kata. Sehingga mereka menyimpulkan Morfologi adalah studi tentang struktur internal kata-kata dan membentuk bagian inti dari studi linguistik .
Morphology sebagai sub-disiplin linguistik dinamai untuk pertama kalinya pada tahun 1859 oleh ahli bahasa Jerman August Schleicher yang menggunakan istilah itu untuk mempelajari bentuk kata-kata.
Berikut adalah definisi morphology menurut para pengamat Bahasa.
Beberapa sumber memberikan masing-masing definisi tentang morfologi, yakni:
- Verhaar (1986: 52), morfologi atau tatabentuk; Inggr. morphology, dulu juga morphemics adalah bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal.
- Ramlan (1987: 21), morfologi adalah ilmu bahasa yang memelajari seluk beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantic.
- Kridalaksana (1993: 51), morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya; bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata yakni morfem.
- Keraf (1984: 51), morfologi adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan bentuk kata.
- Chaer (1994: 3), berpendapat bahwa morfologi adalah ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukannya.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas yang diutarakan oleh para pengamat bahasa, dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah salah satu cabang linguistic yang mempelajari dan menganalisis dasar-dasar bahasa atau bagian-bagian dari tata bahasa beserta fungsinya di dalam perubahan gramatikal dan semantiknya.
Oleh sebab itu morphology sangat erat kaitan nya dengan kata.
Apa itu kata?
Kata adalah Unit bahasa independen terkecil.
Kata yang Independen Artinya:
1.jangan bergantung pada kata lain.
2.dapat dipisahkan dari unit lain
3.dapat mengubah posisi.
Contoh: The man looked at the horses
s adalah penanda jamak, tergantung pada kata benda kuda untuk menerima makna
Kuda adalah sebuah kata: dapat terjadi di posisi lain atau berdiri sendiri
Eg:
The horses looked at the man.
- What is the man looking at? -Horses
Dengan demikian kata-kata keduanya independen karena mereka dapat dipisahkan dari kata-kata lain dan bergerak dalam kalimat, dan unit bahasa terkecil karena mereka adalah satu-satunya unit bahasa yang memungkinkan hal ini.
Ruang Lingkup Morfologi
Pada dasarnya di dalam morphology ada tiga ruang lingkup yang harus dipahami di dalam ilmu linguistic yaitu morfem, morf, dan alomorf yang akan dijelakan sebagai berikut.
1. Morfem
Morfem merupakan satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Morfem tidak bisa dibagi di dalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi. Di dalam bahasa Inggris morfem berfungsi sebagai pembeda antara kata jamak dan kata masa lampau. Menurut Chaer (1994: 146) morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Keraf (1984: 52) juga memberikan definisi tentang morfem adalah kesatuan yang ikut serta dalam pembentukan kata dan yang dapat dibedakan artinya. Jadi bisa disimpulkan bahwa morfem merupakan satuan bahasa atau gramatikal terkecil yang bermakna, yang dapat berupa imbuhan ataupun kata.
Kata-kata memiliki struktur internal Artinya kata dibangun dari potongan yang bahkan lebih kecil.
Simple words: Tidak memiliki struktur internal (hanya terdiri dari satu morfem) misalnya bekerja, membangun, berlari. Mereka tidak dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang membawa makna atau fungsi.
Complex words: Memiliki struktur internal (terdiri dari dua atau lebih morfem) eg worker: affix -er added to the root work to form a noun.
Free VS Bound Morfem
Morfem bebas: kata sederhana, terdiri dari satu morfem, mis. Rumah, kantor, tinggi, kursi, bungkus. Itu adalah kata-kata dalam diri mereka sendiri.
Morfem terikat: morfem yang harus dilekatkan pada morfem lain untuk menerima makna.
EG: UNKINDNESS
UN- dan -NESS adalah morfem terikat, membutuhkan root Kind untuk membentuk kata.
Ini juga disebut imbuhan karena melekat pada batang. Ada dua jenis seperti diuraikan di bawah ini:
1. Preffix (Front of the base) = Un-
2. Suffix (end of the base) = -ness
Untuk lebih jelas nya lagi teman-teman bisa melihat dalam pohon morpology dibawah ini:
Pohon morphology menggambarkan struktur internal suatu kata.
Prinsip untuk menentukan morfem
Menurut Ramlan (morfem dapat ditentukan berdasarkan enam prinsip yaitu sebagai berikut:
a. Satuan-satuan yang mempunyai struktur fonologis dan arti (leksikal) atau (makna gramatikal) yang sma merupakan satu morfem, misalnya, satuan lihat, dalam dilihat, melihat, penglihatan. dengan demikian lihat merupakan morfem.
b. Satuan-satuan yang mempunyai struktur fonologi berbeda merupakan satu morfem apabila satuan-satuan itu mempunyai arti/makna yang sma, dan dan perbedaan satuan fonologisnyadapat dijelaskan secara fonologisnya. Sebagai contoh, mem, men, dan meng, di dalam kata membawa, mendukung, dan menggali memiliki arti yang sama dan struktur fonologisnya dapat dijelaskan secara fonologisnya. Yait, satuan-satuan itu munculkarena mengikuti konsonan /b/, /d/, dan /g/.
c. Satuan-satuan yang mempunyai strukter fonologis berbeda, sekalipun perbedaannyatidak dapat dijelaska secara fonologis, masih dapat dianggap satu morfemapabila mempunyai arti/maknayang sama dan mempunyai distribusi komplementer (dapat diterapkan secara silih berganti). Misalnya bel- dalam kata belajar merupakan satu morfem dengan satuan ber- dalam berkebunatau be- dalam bekerja, sebab mempunyai makna yang sama dan dapat diterapkan secara silih berganti.
d. Apabila dalam deretan struktur suatu satuan berparalel dengan suatu kekosongan, kekosongan itu merupakan morfem. Sebagai contoh, dalam kalimat Dia makan kacan, kata makan dipakai tanpa menggunakan me-. Morfem yang tidak ada dalam struktur disebut morfem zero.
e. Satuan-satuan yang mempunyai struktur fologis mungkin merupakan satu morfem, mungkin pula merupakan morfem yang berbeda. Dikatakan morfem yang sama jika maknanyaberhubungan walaupun letaknya dalam kalimattidak sama, misalnya kata duduk dalam kalimat ia sedang duduk dan duduk orang itu sangat sopan. Dikatakan morfem berbeda apabila artinya berbeda, misalnya kata buku berarti ‘kitab’ dan buku ‘sendi’ atau kata mulut dalam dalam kalimat mulut gua itu lebar dan mulut orang itu lebar.
f. Setiap satuan yang dapat dipisahkan merupakan morfem. Misalnya, disamping kata bersandar yang memiliki satuan ber- dan sandar terdapat kata sandaran yang memiliki satuan sandar dan –an merupakan morfem yang berbeda.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Morf
Morf adalah anggota morfem yang belum ditentukan distribusinya. Misalnya, /i/ pada kata kenai adalah morf; morf adalah ujud konkret atau ujud fonemis dari morfem. Misalnya, men- adalah ujud konkret dari men- yang bersifat abstrak (Kridalaksana, 1993: 141)
2. Alomorf
Alomorf adalah anggota morfem yang telah ditentukan posisinya. Misalnya, /ber/, /be/, dan /bel/ adalah alomorf dari ber- seperti pada kata bernyanyi, bekerja, dan belajar, meN- mempunyai alomorf meng-,men-, me-, mem-, meny-, dan menge-, seperti pada kata-kata mengajak, menulis,melukis, membawa, menyapa, dan mengecet.
Kesimpulan: morphology adalah salah satu cabang linguistic yang mempelajari dan menganalisis dasar-dasar bahasa atau bagian-bagian dari tata bahasa beserta fungsinya di dalam perubahan gramatikal dan semantiknya. Dan ketika kita mempelajari morphology berarti kita sedang belajar tentang kata.
Referensi:
https://all-about-linguistics.group.shef.ac.uk/branches-of-linguistics/morphology/what-is-morphology/
https://www.linguistikid.com/2016/11/pengertian-dan-ruang-lingkup-morfologi.html?m=1
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Morphology_(linguistics











